Barisan lidi bertapa
Menatap kerasnya bumi
Dalam baringan bersandar
Wahai awan yang menatap bumi
Engkau apakan mereka
Sembari mengayunkan derai
Berjungkal menyisiri beribu kehidupan
Jadikan harapan kepenatan
Setetes lantunan buih
Mendayung membasahi hijaunya fajar
Terangnya harapkan kehidupan
Aktifitas bertaburan
Kesunyian heningkan suasana
Lambat laun mengikis
Menciptakan kerak sorai
Oh barisan …
Kenapa engkau diam
Bicaralah untukku
Berikan suaramu
Kalaupun tak mampu maka
Wujudkanlah dengan segala kemampuanmu
Untaianmu memprakarsai kejamnya kehidupan
Lengkapkan sukmamu untuk menjadi
Kegunaan yang manfaat
LG02090907
Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label diam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 September 2007
Sabtu, 08 September 2007
Diam
Aku hanya ingin diam disini
Menanti fajar meyingsing di ufuk
Menatap detik-detik berlalu
Sirna di telan waktu
Menanti fajar meyingsing di ufuk
Menatap detik-detik berlalu
Sirna di telan waktu
Di alam yang gelap gulita
Kusongsong butiran terang yang datang
Dengan gemerlap penuh harap
Membawa damai tak terkira
Kutatap jauh ke depan
Hamparan padi menguning
Bulir-bulir tergerai merunduk ke tanah
Diterpa angin sepoi
Disini aku duduk
Di bukit berumput hijau
Menjadi saksi bisu
Keindahan alam tak terlukiskan
Disini aku diam
Dalam pagi yang senyap
Embun pagi menemani
Sejahtera membasahi hati
Langganan:
Postingan (Atom)