SELAMAT DATANG DI WEBLOG NEGERI PERADABAN AGUS THOHIR
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label media. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Januari 2011

Siaran Pers Delegasi Indonesia dari Konvoi Asia untuk Gaza


Hari ini 11 Januari 2011 pukul 14.00 WIB, Voice of Palestine beserta organisasi-organisasi yang tergabung dalam misi Konvoi Asia untuk Gaza dari tanggal 9 Desember 2010 hingga 8 Januari 2011 mengadakan siaran pers seputar misi kemanusiaan yang mereka emban selama sebulan perjalanan menuju Gaza.

Tampil sebagai pembicara adalah Agus Thohir (HMI) Ahya S dari (Mer-C), Angga Dimas(Hilal Ahmar), Irman Abdurahman (VoP), dan Mujtahid sebagai moderator. Keempatnya memberikan hasil reportase dan pernyataan sikap dari masing-masing organisasi yang mereka wakili.

baca selengkapnya di website ;

http://voiceofpalestine.net/index.php?option=com_content&view=article&id=265:siaran-pers-dari-konvoi-asia-untuk-gaza&catid=15:press-release&Itemid=43

HMI Gelar Teatrikal Sindir Program 100 Hari (23 Januari 2010 )

Semarang, CyberNews. Puluhan mahaiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Semarang menggelar aksi tetarikal di depan Tugu Videotron Jl Pahlawan Semarang, Sabtu (23/1). Dalam aksinya mereka menyindir kinerja pemerintah yang lamban mananggani segala macam kasus korupsi.

Dengan membawa sejumlah poster bertuliskan " Usut Tuntas Skandal Korupsi", "Stop Kriminalisasi Pendidikan", "Stop Kapitalisme" mereka melakukan orasi dan meneriakkan yel-yel. Dalam aksi teatrikalnya, tiga orang aktifis dengan membawa segepok uang memerankan oknum pemerintah yang terlibat persekongkolan kasus Bank Century. Sementara tiga aktifis lainnya memerankan penderitaan rakyat kecil akibat kasus Bank Century dan sejumlah kasus korupsi yang telah merajalela sehingga merugikan negara.

Aksi tetarikal mereka mengundang perhatian sejumlah pengguna jalan Pahlawan, Sabtu (23/1) sore. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat tersendat. Aksi mereka berlangsung damai dan mendapat pengamanan dari sejumlah aparat kepolisian. Ketua Umum HMI cabang Semarang, Agus Thohir mengatakan aksi tersebut merupakan pernyataan sikap mereka yang menilai pemerintahan SBY-Boediono lamban dalam menyelesaikan permasalahan korupsi di Indonesia. Bank Century salah satunya.

"Realisasi program 100 hari SBY jilid 2 ini merupakan penentu "kredibilitas"-nya dalam menjalan pemerintah yang sarat dengan gejolak," jelasnya.

Meski tak ada peraturan hukum yang menyatakan bahwa gagalnya agenda 100 hari berarti "kegagalan" pemrintah, namun dalam pandangan rakyat, HMI Semarang khusunya menganggap kelayakan persiden diuji dengan realisasi keseriusan komitmen program yang sudah digulirkan.

( Maulana M Fahmi / CN14 )


HMI: SBY Sangat Lamban (24 Januari 2010)

SEMARANG - Puluhan mahaiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang menggelar aksi teatrikal di depan Tugu Videotron Jl Pahlawan, Sabtu (23/1). Dalam aksinya mereka menyindir kinerja pemerintah yang lamban manangani berbagai kasus korupsi.

Dengan membawa sejumlah poster bertuliskan ”Usut Tuntas Skandal Korupsi”, ”Stop Kriminalisasi Pendidikan”, ”Stop Kapitalisme” mereka berorasi dan meneriakkan yel-yel. Dalam teatrikal, tiga orang aktivis membawa segepok uang memerankan oknum pemerintah yang terlibat persekongkolan kasus Bank Century.

Sementara tiga aktivis lain memerankan penderitaan rakyat kecil akibat kasus Bank Century dan sejumlah kasus korupsi yang telah merajalela, sehingga merugikan negara.
Lamban Aksi mereka mengundang perhatian warga yang lewat di sana. Akibatnya, arus lalu lintas di kawasan tersebut tersendat. Demo berlangsung damai dan mendapat pengamanan dari sejumlah aparat kepolisian.

Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Agus Thohir mengatakan, aksi tersebut merupakan pernyataan sikap mereka yang menilai pemerintahan SBY - Boediono lamban dalam menyelesaikan permasalahan korupsi di Indonesia.
Kasus Bank Century salah satunya. ” Realisasi program 100 hari SBY jilid 2 ini merupakan penentu kredibiltasnya dalam menjalan pemerintah yang sarat dengan gejolak,” jelasnya.

Meski tak ada peraturan hukum yang menyatakan bahwa gagalnya agenda 100 hari berarti ”kegagalan” pemerintah, dalam pandangan rakyat, HMI Semarang khususnya menilai, kelayakan persiden diuji dengan realisasi keseriusan komitmen program yang sudah digulirkan.

Untuk itu, dalam aksinya HMI Semarang menuntut pemerintah segera menyelesaikan kasus Bank Century yang melibatkan pejabat pemerintah dengan penerapan hukum yang tak pandang bulu.

”Dalam aksi ini kami juga menyerukan kepada pemerintah untuk peduli pada aset-aset negara dari campur tangan asing dengan nasionalisasi dan proteksi yang kuat,” jelasnya. ( H55-18)

C Java police chief urges students to maintain unity (Saturday, March 6, 2010)

Semarang, C Java, March 6 (ANTARA News) - Central Java Police Chief Inspector General Alex Bambang Riatmodjo here Saturday met with local university student activists in response to the Makassar incident.
At the meeting he called on the Indonesian Islamic Student Association (HMI) activists in Central Java to maintain unity and security of the province.

Riatmodjo told the invited student representatives that the police and students need to keep their good relationships for the sake of the public interest.

"If the students (in Central Java) stage a rally in response to the Makassar incident, I hope it is run peacefully, constructively, and by respecting existing procedures," he said.

Riatmodjo said the police and student activists of various organizations in Central Java have successfully built "intensive and constructive" communications.

This solid relationship was expected to keep going because it was needed to keep Central Java province remain peaceful, he said.

In response to Riatmodjo`s hope, the student representatives pledged to stage their demonstrations peacefully.

Chairman of HMI-Semarang Chapter, Agus Thohir, said he deplored the Makassar incident, arguing that a student movement was an intellectual not anarchic force.

"Therefore what happened in Makassar (South Sulawesi) was not an ideal student movement," he said.

He guaranteed that the HMI-Semarang would not violate laws when staging rallies because he wanted his organization not to be enemies of the people.

"Instead, we want to go along with the people to build the nation for the sake of prosperity for all," he said.

On March 8, the activists of HMI-Semarang Chapter have planned to stage a peaceful rally on the main streets of the province`s capital city.

Tens of HMI-Makassar Chapter`s members got angry after their organizational secretariat building was reportedly attacked by a number of local policemen. The angry students took revenge by storming a local police post.

The Makassar police chief Senior Commissioner Gatta Chairuddin said on Friday that four police officers had been arrested for their alleged involvement in the attack.
The suspects were Kanafi, Elyasar, Sardi and Sutriman. They remained under the police custody, he said.

In Jakarta, Indonesian Police Chief General Bambang Hendarso Danuri had apologized for the Makassar incident, saying the police officers who found guilty would be sanctioned. (*)

http://saebox.com/sites/view.php?judul=antara%20news%20c%20java%20police%20chief%20urges%20students%20to%20maintain%20unity&url=http://www.antaranews.com/en/news/1267894376/c-java-police-chief-urges-students-to-maintain-unity

HMI SEMARANG GELAR AKSI SOLIDARITAS PALESTINA (Senin, 05 Januari 2009)

Semarang, 5/1 (ANTARA) - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang menggelar aksi solidaritas peduli tragedi Palestina.
Koordinator Pelaksana Aksi, Agus Thohir di Semarang, Senin, mengatakan, aksi solidaritas peduli Palestina dalam bentuk penggalangan dana yang nantinya akan disalurkan kepada para korban di palestina melalui Lembaga dakwah Mahasiswa Islam (LDMI).
Ia mengatakan, aksi penggalangan dana tersebut dilakukan di 11 titik di wilayah Kota Semarang, antara lain di kawasan Tugu Muda, Pertigaan Karangayu, Kalibanteng, Perempatan Milo, Perempatan Peterongan, dan Pertigaan Pasar Kambing.
"Aksi penggalangan dana ini rencananya akan berlangsung selama tiga hari. Aksi ini melibatkan sekitar 50 hingga 90 mahasiswa," katanya.
Menurut dia, dengan aksi solidaritas ini HMI Cabang Semarang mengajak masyarakat untuk terlibat aktif memberikan solusi berupa bantuan logistik untuk meringankan beban penderitaan rakyat Palestina.
"Dengan penggalangan dana ini, kami ingin mengajak masyarakat peduli terhadap permasalahan dunia," katanya.
Ia mengatakan, HMI Cabang Semarang mengutuk dan mengecam aksi Israel di Palestina. "Tragedi kemanusiaan tersebut harus segera diakhiri," katanya.
Ia mengatakan, pelanggaran kemanusiaan telah terjadi, pihak yang mengatasnamakan perdamaian dunia dan pihak-pihak yang memiliki pengaruh meredamnya malah berdiam diri.
"Akankah kita berdiam diri membiarkan semua itu terus terjadi? Bukankah perdamaian tetap lebih baik daripada perang yang paling adil sekalipun," katanya.

(U.K-HS/B/M015/M015) 05-01-2009 16:01:15

Arvino Zulka / (ANTARA)

Sumber Berita : http://www.koran-jakarta.com/berita-detail-terkini.php?id=12863

Mahasiswa Semarang Gelar Refleksi Sumpah Pemuda (28 October 2009)

Perasatuan Organisasi Mahasiswa Semarang (POROS), akan mengadakan Diskusi dan Refleksi malam peringatan Sumpah Pemuda ke-81. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 27 Oktober 2009 Jam 20.00 WIB di Taman depan air mancur Jalan Pahlawan. Diskusi ini adalah gabungan beberapa Organisasi Mahasiswa. Diantaranya, HMI Cabang Semarang, IMM Kota Semarang, GMNI Kota Semarang, LMND Kota Semarang, dan PMII Kota Semarang.

Sarasehan Gerakan Pemuda ini menghadirkan pembicara Lukman Wibowo, Tokoh kepemudaan dan aktivis 98, dan Slamet, aktivis LBH Semarang. Refleksi akan mengusung tema “Revitalisasi Gerakan Mahasiswa sebagai gerakan perlawanan di tengan pusaran Demokrasi Indonesia”

Agus Thohir, Koordinator POROS, mengatakan, kegiatan ini diadakan khususnya bagi kawan-kawan gerakan yang yang masih peduli dengan nasib bangsa dan generasi muda. Pasalnya, kata Thohir, polemik negara semakin berkepanjangan dan ranah strategis sektor riil telah dikooptasi oleh kepentingan asing.

“Ini membuktikan bahwa neoliberalisme telah merasuk hingga relung kehidupan setiap warga negara Indonesia,” kata Thohir. (Hanafi)

Sumber Berita : http://hminews.com/news/mahasiswa-semarang-gelar-refleksi-sumpah-pemuda/

HMI Cabang Semarang Tolak Kenaikan Harga BBM (Sabtu, 17 Mei 2008)

SEMARANG (Suara Karya): Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang, Sabtu menggelar demonstrasi menolak rencana pemerintah untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Aksi berawal dari depan Masjid Baiturrahman, diteruskan dengan berjalan ke Bundaran Air Mancur Jalan Pahlawan Semarang untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Massa menilai satu abad kebangkitan nasional keadaan Indonesia dari hari ke hari terus bertambah terpuruk, mulai dari polemik kebangsaan dengan diiringi terus merangkaknya harga kebutuhan pokok.

"Rencana pemerintah menaikkan harga BBM sekitar 30 persen sangatlah mencekik kehidupan rakyat," kata Agus Thohir, koordinator aksi.

Agus mengatakan, dengan kenaikan harga BBM tersebut maka bisa berimbas pada kenaikan bahan kebutuhan yang berujung pada kemiskinan bagi rakyat Indonesia.

"Kenaikan persentase kemiskinan sangat memukul bangsa ini karena bertolak belakang dengan kenyataan alam yang melimpah dan begitu kaya," katanya.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan siap melangsungkan konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait keinginan agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan konsultasi dengan DPR terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, di Jakarta, Jumat (16/5) mengatakan, pelaksanaan rapat konsultasi antara pemerintah dengan DPR merupakan hal yang biasa dilakukan dan dapat dilaksanakan di Istana atau di gedung parlemen.

"Tidak ada masalah (untuk melaksanakan-red), tentunya ada hal penting yang akan didiskusikan, itu bisa dilakukan di Istana atau di gedung DPR," kata Hatta. (Antara)

Sumber Berita : http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=199913

HMI se-Jateng Sesalkan Tindakan Anarkis Mahasiswa (06 Maret 2010)

Semarang CyberNews. Kapolda Jateng Irjen (Pol) Alex Bambang Riatmodjo bertatap muka dengan pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Jawa Tengah di RM Sari Ratu, Sabtu (6/3) sore. Meski tidak ada agenda khusus, pertemuan itu lebih banyak menyinggung aksi anarkisme mahasiswa Makasar Sulawesi Selatan, yang terjadi baru-baru ini.

Agar aksi bentrok antara Polisi dan mahasiswa HMI itu tidak menjalar ke Jawa Tengah, Kapolda mengajak secara bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas daerah. Dihadapan Kapolda aktifis HMI Semarang mengaku menyesalkan tindakan mahasiwa di Makassar. Sebab, tindakan mereka dinilai tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.

"Perlu diketahui gerakan mahasiswa itu, harus mencerminkan sikap intelektual tinggi. Kami menilai apa yang dilakukan teman teman aktifis di Makasar tidak berdasar gerakan intelektual melainkan mengarah anarkisme," kata Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Agus Thohir.

Menurutnya, gerakan mahasiswa HMI di Jawa Tengah apabila turun menjalankan aksi, tidak akan lepas dari koridor gerakan intelektual. Aksi mahasiswa akan menjauhkan diri dari aksi kekerasan, anarkisme dan pelanggaran hukum.

Sedangkan menurut Kapolda, dirinya bisa memahami sikap kritis mahasiswa ketika memandang suatu persoalan. Namun menurut jendral berbintang dua ini, sikap kritis itu perlu disalurkan dalam bentuk positif dan konstruktif. Dia berpesan setiap akan menggelar aksi, perlu menempuh prosedur hukum yakni memberitahukan aksi tersebut kepada aparat Kepolisian.

( Hari Santoso / CN14 )

Sumber Berita : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2010/03/06/48657/HMI-se-Jateng-Sesalkan-Tindakan-Anarkis-Mahasiswa

Kapolda Ajak HMI Jaga Keamanan (Sabtu, 06 Mar 2010 )

ANTARA - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo, mengajak aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Semarang ikut menjaga keamanan dan kondusivitas di wilayah provinsi setempat.

"Kalau ada unjuk rasa atau aksi solidaritas yang berkaitan dengan kejadian di Makassar, saya harap dilakukan dengan damai, konstruktif, dan sesuai prosedur," kata Kapolda di hadapan sejumlah aktivis HMI Semarang, di Semarang, Sabtu.

Kapolda menjelaskan, hubungan antara jajaran Polda Jawa Tengah dengan mahasiswa termasuk badan eksekutif mahasiswa maupun elemen mahasiswa di luar kampus sudah lama terjalin dengan baik.

"Kita selama ini memang telah membangun komunikasi yang intens dan positif dengan para mahasiswa dan diharapkan hal tersebut dapat terus berjalan," ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut Kapolda beserta jajarannya juga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Namun demikian, baik secara pribadi maupun secara institusi, Kapolda mengajak seluruh mahasiswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama sehingga Jawa Tengah tetap kondusif.

Menanggapi hal tersebut, para mahasiswa berjanji akan bertindak damai dan tidak anarkis dalam menggelar berbagai aksi.

Ketua HMI Semarang, Agus Thohir mengatakan, ia menjamin bahwa HMI Semarang tidak akan berbuat anarkis ataupun bertindak melanggar hukum saat melakukan berbagai aksi.

"Saya ingin HMI tidak menjadi musuh masyarakat melainkan menjadi pendamping masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia," katanya.

Ia menambahkan, pada Senin (8/3), HMI Semarang akan menggelar aksi damai turun ke jalan untuk membagikan bunga kepada pengguna jalan di beberapa jalan protokol di Kota Semarang. z

Sumber Berita : http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=26108

Aktifis HMI Kota Semarang Mengecam Kerusuhan Di Makasar (Sabtu, 06 Maret 2010)

SEMARANG - Meski sesama aktifis Himpunan Mahasiswa Islam HMI namun tidak serta membuat aktifis HMI kota Semarang mendukung sepenuhnya aksi mahasiswa HMI di Makasar, bahkan ketua aktifis HMI kota Semarang Agus Thohir menuding kerusuhan Makasar yang dipicu penyerangan Sekretaraiat HMI Makasar itu telah ditunggangi kepentingan politis kelompokm tertentu, karena menurutnya gerakan mahasiswa selalu mengedepankan dialog dan intelektualitas.
HMI kota Semarang tambah Agus Tohir juga menyatakan tidak akan terpengaruh dengan kerusuhan di Makasar. Pihaknya juga tidak akan melakukan aksi solidaritas atas kasus yang menimpa rekan-rekan mereka di kota Makasar itu. (Alvian)

Sumber Berita : http://rasikafm.net/news/aktual/416--aktifis-hmi-kota-semarang-mengecam-kerusuhan-di-makasar-

HMI SEMARANG DIMINTA DAMAI (Sabtu, 06 Maret 2010)

SEMARANG-Mega Nanda.Untuk mengantisipasi agar kerusuhan di Jakarta dan Makasar tidak terjadi di Jawa Tengah maka Kapolda Jateng Irjen Pol Alex Bambang Riatmodjo mengajak para elemen mahasiswa ini untuk bersama-sama menjaga kondusifitas Jawa Tengah.Pada kesempatan ini aktifis HMI Semarang justru mengecam tindakan mahasiswa di Makasar dan menganggap tindakan tersebut tidak mencerminkan tindakan seorang mahasiswa.Menurut ketua HMI Jateng Agus Tohir gerakan mahasiswa adalah gerakan intelektual dan bukan gerakan anarkis.HMI cabang Semarang sendiri rencananya akan menggelar aksi damai pada Senin mendatang dengan agenda membagi-bagi bunga kepada para pengguna jalan di kota Semarang.Rencananya aksi damai ini akan dilakukan disejumlah jalan protokol kota Semarang.Aparat kepolisian bertekat menjalin komunikasi yang lebih baik lagi dengan mahasiswa dan terkait aksi yang akan digelar mahasiswa pada Senin nanti tetap akan mendapatkan penjagaan dari aparat kepolisian agar tidak anarkhis.(jebere roy)

Sumber Berita : http://tvborobudur.com/berita_detail.php?id=764&halaman_curr=6

HMI Makassar Hendaknya Mawas Diri (Minggu, 7 Maret 2010 )

Sebagai alumnus HMI Makassar ingin ikut serta berbagi rasa prihatin atas kasus demonstrasi anarkis massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Makassar baru-baru ini.

Mengimbau Mahasiswa di Kota Makassar, Sulawesi Selatan,untuk mengedepankan kesantunan dan cara simpatik dalam berunjuk rasa demi menghindari berulangnya bentrok terbuka dengan warga. Ingat, penyampaian aspirasi yang tidak santun, menutup jalan umum, justru menuai antipati warga.

Coba bayangkan, bagaimana kalau di antara kendaraan yang terhadang itu sedang mengangkut orang sakit atau perempuan yang hendak melahirkan? Bagaimana demo/aksi unjuk rasa dengan tujuan "membela" rakyat, justru malah menghambat atau bahkan mematikan ekonomi rakyat kecil?

Karenanya, Mahasiswa perlu berhati-hati saat berunjuk rasa agar gerakannya tidak ditunggangi kepentingan tertentu. Cara berunjuk rasa mahasiswa wajib diubah menjadi lebih santun. Kalau terus-menerus memblokade jalan, warga pun sangat mudah terpancing emosinya karena merasa dirugikan.

Kejadian terakhir (5 Maret) merupakan puncak kemarahan rakyat atas aksi sok pahlawan dari Mahasiswa Makassar yang nampak selalu merasa bangga dengan ciri khas demo premanismenya.

Tuntutan pencopotan Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat Irjen Adang Rochajana serta Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Makassar Komisaris Besar Gatta Chaeruddin sebagai hal berlebihan. Ini satu contoh betapa mahasiswa perlu waspada dan kritis karena masalah terjadi akibat ulah oknum, bukan kebijakan institusi.

Pernyataan Ketua HMI Cabang Makassar yang tegas menolak bermusyawarah jika kedua pejabat Polri tersebut belum dicopot, menunjukan bahwa watak anarkis sudah menjadi jati diri kelompoknya. Kebencian menjadi panglima, sementara nalar dan akhlaq Islami dikesampingkan.

Pelajaran bisa diambil dari Ketua HMI Cabang Semarang, Agus Thohir yang tegas-tegas mengecam kekerasan yang dilakukan antara HMI Makassar dan kepolisian.

Dengan jujur dirinya mengakui sebagai anak muda sering melakukan tindak arogansi. Selain itu juga berani mendeklarasikan bahwa HMI Semarang melawan segala bentuk kekerasan yang terjadi di manapun dan juga ingin agar aksi kekerasan di Makassar tidak merusak citra baik HMI.

Pelajaran ini penting bagi penghapusan budaya solidaritas buta di kalangan Mahasiswa. Saya setuju dengan Rektor Universitas Hasanuddin Idrus Paturusi bahwa sah-sah saja mahasiswa emosional. Namun, mahasiswa mestinya memahami bahwa kerusuhan beberapa hari terakhir dipicu sesuatu yang tidak wajar.

Sikap warga yang mendahului pelemparan batu dalam unjuk rasa di Universitas Islam Negeri Alauddin dan Universitas Negeri Makassar patut dicurigai bermisi provokasi yang menjurus pada situasi rusuh.

Kalau terus-menerus berunjuk rasa dengan cara kurang simpatik, isu sentral pergerakan jadi bergeser dan sangat mudah dimanfaatkan pihak tertentu.

Pernyataan Ketua Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Sulawesi Selatan Amran Razak yang meminta mahasiswa mengelola semangat saat berunjuk rasa, patut dijadikan bahan mawas diri.

Benar, bahwa kehebohan diperlukan untuk menarik perhatian media. Namun, mahasiswa sebaiknya tidak membuang energi untuk hal-hal yang tidak perlu dalam kondisi yang mudah dimanfaatkan, tanggung jawab moral sebagai mahasiswa yang lebih mengutamakan dialog hendaknya menjadi prioritas dalam melakukan aksi unjuk rasa.

Sumber Berita : http://metropolitan.inilah.com/read/detail/386321/hmi-makassar-hendaknya-mawas-diri

Kapolda Jateng Ajak Aktivis HMI Jaga Keamanan (Sabtu, 6 Maret 2010)

SEMARANG, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Irjen Alex Bambang Riatmodjo mengajak aktivis Himpunan Mahasiswa Islam atau HMI Semarang ikut menjaga keamanan di wilayah provinsi setempat. ”Kalau ada unjuk rasa atau aksi solidaritas yang berkaitan dengan kejadian di Makassar, saya harap dilakukan dengan damai, konstruktif, dan sesuai prosedur,” kata Kapolda di hadapan sejumlah aktivis HMI Semarang di Semarang, Sabtu (6/3/2010).

Kapolda menjelaskan, hubungan antara jajaran Polda Jawa Tengah dan mahasiswa, termasuk badan eksekutif mahasiswa ataupun elemen mahasiswa di luar kampus, sudah lama terjalin dengan baik. ”Kita selama ini memang telah membangun komunikasi yang intens dan positif dengan para mahasiswa dan diharapkan hal tersebut dapat terus berjalan,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolda beserta jajarannya juga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah. Meski demikian, baik secara pribadi maupun secara institusi, Kapolda mengajak seluruh mahasiswa untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan bersama sehingga Jawa Tengah tetap kondusif.

Menanggapi hal tersebut, para mahasiswa berjanji akan bertindak damai dan tidak anarkis dalam menggelar berbagai aksi.

Ketua HMI Semarang Agus Thohir mengatakan, pihaknya menjamin bahwa HMI Semarang tidak akan berbuat anarkis ataupun bertindak melanggar hukum saat melakukan berbagai aksi. ”Saya ingin HMI tidak menjadi musuh masyarakat, melainkan menjadi pendamping masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.

Ia menambahkan, pada Senin (8/3/2010), HMI Semarang akan menggelar aksi damai turun ke jalan untuk membagikan bunga kepada pengguna jalan di beberapa jalan protokol di Kota Semarang.

Sumber Berita : http://regional.kompas.com/read/2010/03/06/21454422/Kapolda.Jateng.Ajak.Aktivis.HMI.Jaga.Keamanan

HMI: Saatnya Pemerintah Berpihak Pada Kesejahteraan Rakyat, Stop KKN dan Neoliberalisme (19 Oktober 2009)

Semarang – Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Semarang, Agus Thohir memberikan keterangannya tentang Pernyataan Sikap HMI Cabang Semarang menjelang pelantikan presiden dan wakil preseiden beserta seluruh kabinetnya.

HMI Cabang Semarang menyatakan sudah saatnya pemerintah berpihak pada kesejahteraan rakyat, stop kkn dan ideologi neoliberalisme (pro-asing).

Selain atas janji – janjinya ketika berkampanye tempo hari, buruknya kinerja SBY periode yang lalu, harus menjadi pekerjaan besar bagi SBY di periode berikutnya. Kondisi kilas balik kinerja 5 tahun berlalu sudah cukup menjadi pelajaran bukti kerja nyata. Saat inilah untuk membuktikan janji atas moralitas politik yang dihamparkan.

Indikasi penting sebagai tanda sebuah pemerintahan yang berhasil adalah dengan optimalnya upaya – upaya pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu hingga ke akar – akarnya, independensi lembaga peradilan dan lembaga penegak hukum lainnya, jaminan perlindungan Hak Asasi Manusia (HAM) secara menyeluruh, terimplementasinya sistem pendidikan yang bermutu dan bermoral dengan aksesibilitasnya mencapai seluruh bagian negeri. Dalam bidang ekonomi, yatiu terciptanya suatu system ekonomi yang mengedepankan kesejahteraan rakyat. Sedangkan dalam bidang politik yaitu dengan tersalurkannya aspirasi rakyat melalui mekanisme politik yang ada dan sesuai dengan hakikat politik itu sendiri.

Maka, menjelang seremonial pelantikan Presiden dan Wakil Presiden beserta seluruh kabinetnya, HMI Cabang Semarang memberikan pernyataan sikap sebagai berikut yang antara lain adalah Presiden SBY bersama wakilnya Boediono dan kabinetnya wajib mampu mengimplementasikan janji – janji kampanye,, meminta segera menghentikan segala bentuk “penggembosan” sistematis terhadap lembaga – lembaga Negara yang independen dan mandiri, meninta optimalisasi pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu, elit politik harus segera menanggalkan kepentingan kelompok, penuntasan pelanggaran HAM yang terjadi di masa lalu. Selesaikan kasus Munir, Trisakti, Tanjung Priuk, dll.

Jika tuntutan – tuntutan tersebut tidak terlaksana, maka HMI Cabang Semarang sebagai peran dari rakyat akan menggalang kekuatan rakyat untuk melakukan perlawanan terhadap pemerintahan SBY. Semua ini bertujuan untuk berjuang guna memajukan dan mewujudkan kesejahteraan bangsa yang lebih maju dan adil. (ayu)

Sumber Berita : http://forumpedulidemokrasi.wordpress.com/page/34/

Mahasiswa Semarang Ajukan Kontrak Sosial pada Anggota DPRD Kota Semarang (25 Agustus 2009)

Semarang-(18/08). Solidaritas Mahasiswa Semarang Independen (SOMASI) yang terdiri dari KAMMI Semarang, LMND Kota Semarang, HMI Kota Semarang, BEM KM UNDIP, dan BEM KM UNNES melakukan aksi unjuk rasa ke kantor DPRD Kota Semarang. SOMASI menuntut anggota DPRD Kota Semarang 2009 – 2014 untuk meningkatkan kinerja serta melakukan kontrak sosial.

Ketua HMI Cabang Semarang, Agus Thohir, dalam wawancara menyatakan bahwa aksi bersama ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab bersama sebagai mahasiswa untuk mengawal demokrasi dan melakukan kontrak sosial kepada wakil rakyat yang terpiih. Isi Kontrak Sosial yang diajukan adalah berkomitmen anti korupsi, mengoptimalkan fungsi budget pro rakyat, mengoptimalkan fungsi legislasi untuk kesejahteraan rakyat serta mengoptimalkan fungsi pengawasan untuk kesejahteraan rakyat

Dengan aksi tersebut, mereka berharap anggota dewan dapat mengawal eksekutif agar benar – benar berpihak kepada rakyat dan jauh dari intervensi. Selain itu, berbagai praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang menjadi musuh bersama, harus dilawan. (Ayu)

Sumber Berita : http://forumpedulidemokrasi.wordpress.com/2009/08/25/mahasiswa-semarang-ajukan-kontrak-sosial-pada-anggota-dprd-kota-semarang/

Jumat, 21 Januari 2011

HMI Sesalkan Tindakan Anarkis (08 Maret 2010)

SEMARANG- Puluhan aktivis mahasiswa dari berbagai elemen di Jawa Tengah akhir pekan lalu mengadakan silaturahmi dengan Kapolda Irjen Alex Bambang Raitmodjo beserta jajaran di RM Sari Ratu.
Dalam kesempatan itu, hadir perwakilan pengurus HMI dari beberapa daerah di Jateng dan beberapa elemen kampus lain seperti PMII. Meski tidak ada agenda khusus, pertemuan itu lebih banyak menyinggung aksi anarkisme mahasiswa Makassar, yang terjadi baru baru ini.
Supaya aksi bentrok antara polisi dan mahasiswa HMI itu tidak menjalar ke Jawa Tengah, Kapolda mengajak secara bersama-sama menjaga keamanan dan kondusifitas daerah. Dikemas dalam suasana santai, Alex Bambang berdialog dengan mahasiswa hampir satu jam.
Di hadapan Kapolda, aktivis HMI Semarang mengaku menyesalkan tindakan mahasiwa di Makassar. Sebab, tindakan mereka dinilai tidak mencerminkan sikap intelektual seorang mahasiswa.
”Perlu diketahui gerakan mahasiswa itu harus mencerminkan sikap intelektual tinggi. Kami menilai apa yang dilakukan teman-teman aktivis di Makassar tidak berdasar gerakan intelektual melainkan mengarah anarkisme,” kata Ketua Umum HMI Cabang Semarang, Agus Thohir.

Koridor Intelektual
Menurut dia, gerakan mahasiswa HMI di Jawa Tengah apabila turun menjalankan aksi, tidak akan lepas dari koridor gerakan intelektual. Aksi mahasiswa akan menjauhkan diri dari aksi kekerasan, anarkisme dan pelanggaran hukum.
”Namun sesuai rencana kami tetap akan memberi dukungan moral terhadap aksi pengrusakan komisariat HMI di Makassar. Aksi damai itu akan digelar di sejumlah kawasan protokol Semarang dengan membagi bagikan bunga,” tambah Agus.
Serupa dengan itu, pengurus HMI Cabang Semarang, Setiawan Widyoko menandaskan aksi akan diikuti ratusan orang kader HMI. Gerakan damai tersebut rencananya dipusatkan di Simpanglima, Senin (8/3). Menurut dia, saat ini ada upaya membenturkan polisi dengan mahasiswa untuk mengaburkan kasus Bank Century.
Kapolda Alex Bambang mengaku bisa memahami sikap kritis mahasiswa ketika memandang suatu persoalan. Namun menurut jendral berbintang dua ini, sikap kritis perlu disalurkan dalam bentuk positif dan konstruktif.
Dia berpesan setiap akan menggelar aksi, perlu menempuh prosedur hukum, yakni memberitahukan aksi tersebut kepada aparat Kepolisian.
”Polisi tentu saja tidak akan melarang mahasiswa menyampaikan aspirasi dengan turun ke jalan. Namun yang terpenting prosedur hukum tetap harus dilaksanakan dan tidak ada anarkisme,” ujar Alex Bambang. (H41,H21-18)

Sumber Media : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/03/08/101358/HMI-Sesalkan-Tindakan-Anarkis-

HMI Tolak Kapitalisasi Pendidikan (03 Mei 2009)

SEMARANG- Sekitar 50 mahasiswa tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Semarang menggelar aksi demo menolak kapitalisasi dan liberalisasi pendidikan, Sabtu (2/5).

Dengan membawa berbagai atribut berupa bendera, spanduk, dan puluhan poster, mereka menggelar aksi di depan E Plasa, Kawasan Simpanglima.

Dalam aksinya itu, mereka meneriakkan yel-yel mengecam kapitalisasi dan liberalisasi pendidikan yang marak akhir-akhir ini.

Sembari berorasi bergantian, mereka menenteng spanduk bertuliskan ” Pendidikan Gratis untuk Rakyat Miskin”, Tolak Komersialisasi Pendidikan” dan ”Tolak Produk Pendidikan yang Tidak Pro Rakyat’’.

Ketua Umum HMI Semarang, Agus Thohir mengatakan, aksi itu merupakan keprihatinan atas terpuruknya dunia pendidikan di tengah melimpahnya anggaran pendidikan 20% dari APBN.

Dengan melimpahnya dana itu, terbukti tidak berimplikasi pada peningkatan kualitas guru, sarana dan prasarana sekolah, serta semakin buruknya pelayanan birokasi pendidikan di Indonesia.

”Dari berbagai permasalahan pendidikan di Indonesia ini, kami menggelar aksi menuntut pemerintah melakukan pengawasan anggaran secara ketat di bidang pendidikan. Selain itu, kita juga menuntut dibatalkannya UU Badan Hukum Pendidikan yang menjadikan pendidikan hanya untuk orang berduit,” jelasnya.

Ditambahkan, pernyataan sikap itu adalah bukti kepedulian atas persoalan pendidikan yang tak kunjung membaik setelah reformasi 1998.

”Untuk itu, kita imbau seluruh elemen bangsa agar berjuang memajukan dan mewujudkan kesejahteraan bangsa yang lebih maju.”

Sebelumnya, mereka menggelar aksi teatrikal di bundaran Videotron Jl Pahlawan. Dalam pungkasan teatrikal, rencananya mereka akan menampilkan aksi bakar diri.

Namun, aksi nekat itu digagalkan polisi yang melakukan pengamanan saat aksi berlangsung. Urung menggelar aksi bakar diri, mereka melanjutkan orasi di kawasan Simpanglima selama 10 menit dan setelah itu membubarkan diri. (H55-56)

Sumber media : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/05/03/62040/HMI-Tolak-Kapitalisasi-Pendidikan-